Ringkasan Khotbah Ibadah Raya
Tanggal : 26 April 2026
Pembicara : Pdt. Bondan Abraham
Link : https://www.youtube.com/watch?v=CWbYNB3-dG8
Tema : Perabot yang Mulia

(2 Tim :14-15) Kita memiliki Allah yang Hidup. Allah menempatkan kita diam di rumahNya. Di rumah Allah, kita harus menjadi perabot / perkakas yang mulia.

Ciri-ciri dari perabot yang mulia:
Perabot yang mulia terbuat dari emas dan perak, yang kurang mulia terbuat dari kayu dan tanah. Perabot yang mulia biasanya baru dikeluarkan oleh pemiliknya ketika ada peristiwa khusus, bertujuan untuk memuliakan pemiliknya. Perabot yang mulia menyucikan dirinya. Perabot yang kurang mulia tidak suci, melakukan perbuatan yang menambah kefasikan. Perabot yang mulia dipakai untuk maksud mulia, sedangkan perabot yang kurang mulia dipakai untuk maksud yang kurang mulia. Perabot yang kurang mulia bisa menjadi perabot yang mulia bila disucikan dari perbuatan-perbuatan yang jahat. Perabot yang kurang mulia bisa beralih menjadi perabot yang mulia dan dibanggakan oleh Pemiliknya.

(2 Raja 6:32 – 7:10) Empat orang kusta dalam ayat-ayat ini awalnya adalah perabot yang kurang mulia, karena mereka menderita penyakit kusta, yang dianggap najis dan diasingkan di luar gerbang tembok Israel. Penyakit kusta ddianggap sebagai lambang dari dosa, seperti yang terjadi pada Harun / Miriam, dan Gehazi hamba Elisa (Bil 12:1-11, 2 Raja 5:25-27). Dosa mereka adalah Tinggi hati dan Tidak taat. Ketidak-taatan dan tinggi hati membawa kita kepada dosa, yang membuat kita menjadi perabot yang kurang mulia.

Agar menjadi perabot yang mulia, kita perlu senantiasa menyucikan diri, dengan taat dan rendah hati. (Fil 2:12) Saat kita melakukan kehendak Allah, kita menjadi hamba Allah. Mereka yang baru bertobat dan percaya kepada Allah, menjadikan mereka menjadi hamba Tuhan. Oleh karena itu kewajiban untuk senantiasa menyucikan diri juga berlaku bagi mereka.

Empat orang kusta dan ayat-ayat sebelumnya, adalah perabot yang digunakan Allah. Mereka adalah perabot yang kurang mulia, namun berubah menjadi perabot yang mulia setelah mereka taat dan rendah hati. Pada awalnya, mereka ada dalam posisi orang berdosa, memiliki pertumbuhan rohani nol. Namun mereka bertumbuh dan disucikan menjadi perabot yang mulia.

Marilah kita menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang menambah kefasikan. Senantiasa menyucikan diri dengan tetap taat dan rendah hati, sehingga kita menjadi perabot yang mulia dan dibanggakan Allah.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.