Ringkasan Khotbah Ibadah Raya
Tanggal : 1 November 2026
Pembicara : Pdt. Bondan Abraham
Link : https://www.youtube.com/watch?v=L8DUPaPKALk
Tema : Persembahan: The How
Dalam ibadah-ibadah sebelumnya, kita telah membahas:
- Persembahan, The Why:
⁃ Pernyataan iman
⁃ Pengakuan dan ketaatan
⁃ Mengasihi sesama - Persembahan, the What:
⁃ Perpuluhan
⁃ Janji Iman
⁃ Buah Sulung
⁃ Persembahan Sulung
⁃ Persembahan Khusus
⁃ Persembahan Kasih
⁃ Persembahan Minggu
Persembahan sulung belum dibahas dalam ibadah minggu lalu. Persembahan sulung jumlahnya sukarela, yang bertujuan sebagai ucapan syukur atas pemeliharaan Tuhan pada kita di tahun yang akan dilewati, dan pengakuan atas Tuhan yang juga berkuasa atas tahun yang baru.
Bagaimana kita memberikan persembahan?
- Sadar dan Sukarela
Kita memberikan persembahan secara sadar sesuai motivasi (the why)
⁃ Pernyataan iman
⁃ Mengakui dan taat kepada Tuhan
⁃ Mengasihi sesama
(2 Kor 9:6-8, 1 Tim 6:3-10) Kita memberi persembahan dengan sukarela. Artinya setelah kita memberi, tidak perlu diingat-ingat lagi. Prinsip tabur tuai bukanlah investasi. Kita menabur dengan sukarela berdasarkan apa yang ada pada kita (2 Kor 8:12). Jangan memberi persembahan dengan tujuan untuk mendapatkan pengaruh untuk kepentingan diri sendiri.
(Kel 12:10, Imamat 4:12) Persembahan korban bakaran di perjanjian lama harus terbakar sampai habis. Kita memberi persembahan dengan sukarela, tanpa perlu diungkit-ungkit. Prinsip yang sama juga berlaku bagi Gembala dan para Pendeta (1 Pet 5:1-4, 1 Tim 3:3). Gembala dan Pendeta melayani dengan sukarela, tidak boleh mencari keuntungan pribadi, tidak boleh menjadi hamba uang.
- Terencana dan Bertanggung Jawab
(1 Kor 16:1-4, Kis 11:27-30) Rasul Paulus mengajar jemaat di gereja mula-mula untuk menyisihkan dan menyimpan persembahan dari penghasilan mereka. Dengan kata lain, kita harus memberikan persembahan secara terencana.
(Mat 6:2-4, Mat 5:14-16) Saat memberi persembahan, janganlah dicanangkan / di gembar-gemborkan. Kita memberi dengan bertanggung-jawab, bukan untuk kepentingan diri sendiri, tapi untuk memuliakan Tuhan.
- Dengan Kasih dan Murah Hati
(1 Kor 13:3) Kita memberi persembahan harus dengan kasih. Sebesar apapun persembahan kita, tidak ada gunanya bila kita memberikannya tidak dengan kasih.
Selain dengan kasih, kita juga diminta memberikan persembahan dengan murah hati. Seperti jemaat Makedonia di jaman gereja mula-mula yang memberi di tengah kekurangan mereka (2 Kor 8:1-6). Di sisi lain, kita tidak boleh mengabaikan keluarga kita (1 Tim 5:8, Markus 7:9-13). Karena itu kita perlu mengelola dan merencanakan pengeluaran kita.
Perpuluhan kita pelajari dari manajemen keuangan di perjanjian lama, namun tidak kita adopsi seluruhnya. Dari penafsiran Rabi Yahudi, perpuluhan di perjanjian lama terbagi menjadi
- Perpuluhan tahun pertama: 10% untuk para imam
- Perpuluhan tahun kedua: perpuluhan tahun pertama + 10% untuk anak yatim & janda
- Perpuluhan tahun ketiga: perpuluhan tahun kedua + 10% untuk orang asing / pihak lain yang memerlukan
Yang diadopsi oleh gereja kita adalah menggabungkan semua itu menjadi perpuluhan 10% untuk seterusnya. Perpuluhan diberikan ke gereja lokal tempat kita beribadah, agar gereja dapat memenuhi kebutuhan pelayanan sekaligus membantu jemaat yang membutuhkan.
Amin, Tuhan Yesus memberkati.