Prinsip hidup berikut ini berlaku juga dalam perlombaan lari: Hanya orang yang punya tekad kuat yang dapat mencapai tujuannya. Medali Olimpiade tidak diberikan kepada pengusaha gendut yang selalu terengah-engah di lintasan saat latihan.

Eric Liddell, dalam film Chariots of Fire, menjelaskan prinsip ini. Sesaat sebelum tikungan pertama dalam lomba lari 400 meter, Eric didorong sampai jatuh, sehingga ia terjerembab ke lapangan rumput. Ketika bangkit, ia melihat para peserta lain sudah meninggalkannya. Dengan penuh tekad, Eric melompat. Dengan kepala tegak dan lengan yang mengayun cepat, ia melaju ke depan. Ia tidak hanya bertekad menyusul rombongan di depannya, tapi juga untuk memenangkan lomba. Dan ia menang!

Inilah semangat yang diresapi Rasul Paulus dalam pelayanannya. Dalam 1 Korintus 9:24 ia berkata, “Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!” Paulus melihat dirinya serupa dengan atlet Olimpiade yang sedang berlomba untuk meraih medali emas, yang menegangkan setiap otot di tubuhnya untuk mencapai garis finis. Dan apakah hadiah yang dikejar Paulus? Bukan hanya hadiah yang fana, melainkan “suatu mahkota yang abadi” (ayat 25).

Kemenangan selalu mungkin diraih oleh setiap orang kristiani. Jadi, marilah kita berlari sedemikian rupa dalam perlombaan rohani untuk menang!

Pemenang tak pernah menyerah, orang yang menyerah takkan pernah menang.

Tuhan Memberkati