Ringkasan Khotbah Ibadah Raya
Tanggal : 12 Oktober 2025
Pembicara : Pdt. Erenst Rorong
Tema : Belajar dari Yesus
Link : https://www.youtube.com/watch?v=mppT-Kwl9eY
(Mat 11:28-29) Tuhan mengundang kita yang berbeban berat dan mengalami pencobaan untuk data kepadaNya dan menerima kelegaan. Serahkanlah segala permasalahan kita kepada Yesus
Dalam bahasa Yunani, belajar menggunakan kata Mantano yang berarti ingin menjadi serupa dengan Yesus. Mantano juga berarti mendengar, memahami dan mengetahui. Kita bukan hanya sebagai pendengar saja, tapi juga harus memahami dan mengetahui apa yang diajarkan dan apa yang harus kita lakukan dari teladan Yesus. Melalui apa yang kita pelajari, kita makin memahami kehendak Allah dan menjadi serupa dengan Yesus.
Kita perlu belajar untuk menjadi ahli. Kata ahli dalam bahasa Yunani menggunakan kata Agonisomay, yang berarti sikap seorang yang berjuang untuk menang dalam menghadapi kesukaran, menghadapi bahaya dan proses hidup yang berat. Ini yang harus kita pelajari dari pribadi Yesus. Kita semua sebagai murid Yesus, dapat belajar bagaimana Yesus berjuang saat menghadapi kesukaran.
(Kej 41) Yusuf dipercaya Allah untuk mengatasi problem besar yang terjadi pada zamannya. Dengan kebijaksanaannya, Yusuf mengetahui kehendak Allah.
(2 Kor 11:23-30) Paulus adalah seorang yang ahli dalam menghadapi tantangan dalam pelayanannya. Segala permasalahan dapat diatasi karena Paulus ahli di hadapan Tuhan. Kita semua adalah orang yang ahli di hadapan Tuhan.
Ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari Yesus.
1.Gaya hidup Yesus: Hidup di dalam hadirat Tuhan.
Hadirat berarti berhadapan muka dengan muka dengan Tuhan. Tidak ada perkara yang mustahil di dalam Tuhan. (Yoh 14:10-14) Gaya hidup Tuhan adalah hidup dalam hadirat Bapa. (Ibr 9:24) Tujuan Yesus hidup dalam hadirat Bapa ialah untuk kepentingan kita anak-anakNya
Saat tabut Allah dirampas oleh orang Filistin, Daud sangat merindukan hadirat Allah.
2.Yesus sangat sibuk namun tetap memiliki waktu menghampiri hadirat Allah
(Mat 17:1-4) Yesus seringkali mengalokasikan waktuNya untuk berdoa. Ketika Yesus berdoa, hadirat Allah turun dan bekerja di tengah-tengah mereka. Hampirilah Tuhan melalui doa dan Tuhan akan menyatakan kuasaNya yang ajaib.
Berdoa dalam bahasa Yunani menggunakan kata Proseokomai, yang berarti membicarakan keadaan kita dengan Tuhan. Keadaan di mana kita menyembah dengan sungguh-sungguh. Sesibuk-sibuknya kita, sempatkanlah waktu untuk berdoa kepada Tuhan.
(1 Kor 10:13) Cobaan yang kita alami adalah cobaan biasa. Paulus mengalami cobaan yang sangat berat. Namun Paulus dapat mengatasinya dengan kekuatan dari Tuhan, yang ia peroleh saat berdoa kepada Tuhan
3.Kita belajar kepada Yesus, yang ketika menghadapi persoalan yang berat, Ia tetap tenang.
Saat menghadapi persoalan apapun, kita harus memiliki pikiran yang tenang seperti Yesus. Yesus tenang ketika perahu mereka diterpa badai yang hampir mengenggelamkan mereka. Ia berkata kepada para murid, Aku ini, jangan takut. Kata Aku ini menggunakan kata Ego Emi, yang berarti
- Aku adalah Tuhan yang exist
- Aku exist dalam posisi sekarang
Kata tenang dalam bahasa Yunani menggunakan kata Tarseo yang berarti jadilah pemberani. Dalam menghadapi masalah hidup, kita harus tenang.
Tetaplah tenang karena Tuhan bersama dengan kita. Tuhan adalah pusat kehidupan kita. Janganlah gelisah dalam menghadapi segala perkara, agar kita dapat berdoa (1 Pet 4:7).
(Kis 11:18) Saat kita tenang, kita dapat berdoa dan memuliakan Allah. (2 Tes 3:12) Orang yang tenang dapat mengerjakan pekerjaannya.
Marilah belajar kepada Yesus. Tinggallah dalam hadiratNya, tetaplah berdoa dan tenang dalam hadiratNya.
Amin, Tuhan Yesus memberkati.