Ringkasan Khotbah Ibadah Raya
Tanggal : 30 November 2025
Pembicara : Bpk. Edward Rorong
Tema : Belajar dari Betlehem
Link : https://www.youtube.com/watch?v=qncXzVqZyFo
(Luk 2:1-12) Yesus dilahirkan di tengah-tengah pencatatan / sensus penduduk Israel oleh bangsa Romawi. Di saat yang sama, diberitakan kabar baik bagi para gembala di padang gurun. Pada masa itu, para gembala memiliki status yang rendah di masyarakat, bahkan najis karena selalu berhubungan dengan hewan. Namun kabar baik diberitakan kepada mereka. Kabar baik yang sama diberitakan kepada kita, yang saat ini belum mengenal Kristus. Juga bagi kita yang sudah mengenal dan menjadi anak Allah, berita ini tetap relevan.
(Luk 2:15) Para gembala merespon kabar yang diberitakan dengan cepat-cepat pergi ke Betlehem. Hal yang sama juga dilakukan oleh Maria, ketika ia menerima kabar dari malaikat Tuhan bahwa ia akan mengandung Yesus, padahal saat itu ia belum menikah. Ia melakukan firman Tuhan segera setelah ia mendengarnya (Luk 1:37-38)
Tuhan dapat mengguncangkan dunia, mengubah geo politik, hanya untuk menggenapi janjiNya. Ia berjanji Juru Selamat akan dilahirkan di Betlehem (Mikha 5:1). Marilah kita cepat-cepat melakukan firman Tuhan segera setelah kita mendengarnya, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
(Kel 30:12-13) Sesuai Taurat Musa, setiap kali bangsa Israel melakukan pencatatan / sensus jumlah penduduk, mereka harus memberikan korban pendamaian. (Kej 35:16-18) Saat Rahel melahirkan Benyamin di Betlehem, ia melahirkan dengan sangat sukar hingga merenggut nyawanya. Ia memberi nama anaknya Ben Oni, yang berarti anak kesakitan. Namun Yakub suaminya mengubah namanya menjadi Benyamin yang berarti anak tangan kanannya. Saat Tuhan Yesus mengorbankan diriNya untuk menebus dosa manusia, Ia menjadi Ben Oni, Anak kesakitan. Namun Allah menjadikannya Benyamin yang duduk di sebelah kanan Allah.
Tuhan memerintahkan untuk menghitung bangsa Israel untuk berperang (Bilangan 1). Kemudian Tuhan memerintahkan untuk menghitung kembali saat hendak membagikan tanah perjanjian (Bilangan 26). Saat sensus yang kedua itu, tidak ditemukan nama bangsa Israel di sensus yang pertama yang masih hidup di sensus kedua, kecuali Yosua dan Kaleb (Bil 26:63). Kita mengikuti sensus awal Allah ketika kita percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Marilah kita tetap setia agar di sensus akhir nanti saat Yesus datang untuk kedua kalinya, nama kita masih tercatat di buku kehidupan.
Ada perjalanan yang harus kita lewati, untuk mempertahankan nama kita tetap tercatat di buku kehidupan. Saat bangsa Israel hendak masuk tanah perjanjian, mereka harus mengalahkan 31 raja. (Yosua 1:1-5) Tanah perjanjian akan diberikan Allah, namun bangsa Israel harus menginjak dan menguasainya dengan berperang dan menaklukan raja-raja yang berkuasa di tempat itu. Ada banyak peperangan yang harus kita taklukan dalam perjalanan hidup kita menuju sensus akhir. Janji Tuhan kepada Yosua, Ia akan menyertai Yosua seperti Ia menyertai Musa. Janji yang sama juga berlaku bagi kita, bahwa Tuhan akan selalu menyertai kita (Mat 1:23)
(Yosua 14:6-11) Saat diperintahkan untuk mengintai tanah perjanjian, Kaleb berusia 40 tahun. Empat puluh lima tahun kemudian, kekuatannya tetap sama untuk berperang, menaklukan Hebron yang dikuasai oleh orang-orang Enak yang berperawakan besar seperti raksasa, dan Arba yang berperawakan paling besar di antaranya. (2 Kor 4:16) Tuhan yang menyertai kita dan memberikan kekuatan bagi kita untuk berperang dan menaklukan peperangan rohani yang harus kita lalui. (Roma 8:35-39) Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah. (Luk 10:17-20) Tuhan akan menyertai kita memenangkan peperangan demi peperangan. Namun bersuka citalah bukan karena kita memenangi peperangan, tapi karena nama kita tercatat di buku kehidupan.
Amin, Tuhan Yesus memberkati.