Ringkasan Khotbah Ibadah Natal
Tanggal : 25 Desember 2025
Pembicara : Pdt. Bondan Abraham
Tema : Natal: Bukti Tuhan Ada
Link : https://www.youtube.com/watch?v=jFZPCTyFpHM
(Kel 3:1-7) Musa sedang menggembalakan domba milik Yitro mertuanya saat ia melihat sesuatu yang luar biasa. Ada api di semak belukar namun semak belukar tersebut tidak terbakar. Ketika Musa mendekatinya, terdengarlah suara Tuhan memanggil namanya. Tuhan memanggil Musa dan menyatakan bahwa Tuhan telah memperhatikan hidup bangsa Israel dengan sungguh. Allah bukan hanya memperhatikan saat saat senang saja, namun Ia memperhatikan kesengsaraan bangsa Israel.
(Yes 61:1-3) Ratusan tahun kemudian setelah bangsa Israel menjadi bangsa yang besar, mereka melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada Allah. Mereka mengalami pembuangan ke Babel dan kembali harus mengalami kesengsaraan. Namun walaupun begitu, Allah tidak meninggalkan bangsa Israel. Tuhan tetap mau terlibat dan memperhatikan kesengsaraan bangsa Israel. Bukan hanya memperhatikan, Allah mau membebaskan bangsa Israel dari kesengsaraannya.
Cerita-cerita tentang Allah yang tetap memperhatikan kesengsaraan kita dibuktikan dengan lahirnya Yesus. Allah mengorbankan AnakNya yang tunggal untuk lahir sebagai manusia dan merasakan kesengsaraan yang dialami manusia. (Mat 1:18-20) Sejak kelahiranNya, Roh Kudus sudah ada bersama Tuhan Yesus. Dan Roh Allah tetap bersama Tuhan Yesus di dalam pelayananNya (Luk 4:17-21). Kesengsaraan Tuhan Yesus merupakan bukti Tuhan turut merasakan kesengsaraan kita.
Di dalam kehidupan kita, kita sering mendengarkan kesaksian dan kisah-kisah tentang Allah dan perbuatan-perbuatanNya yang ajaib. Namun itu semua adalah cerita yang kita dengar. Pada kenyataannya, saat kita memerlukan pertolongan, yang menolong kita adalah manusia, bahkan orang-orang yang bukan anak Tuhan.
Natal membuktikan bahwa Allah ada. Allah adalah Maha Kuasa. Ia sanggup membuat bangsa Mesir bermurah hati kepada bangsa israel (Kel 3:21). Allah sanggup berbuat apa saja. Namun Allah tidak pernah memaksa manusia untuk menerima Allah sebagai Raja. (1 Sam 9) Saat Saul diurapi menjadi raja, diurapi artinya Allah memilih Saul sebagai raja. Namun Allah tidak memaksa bangsa Israel untuk menerima Saul menjadi raja. Saul menjadi raja Israel dengan kesepakatan, melalui proses undian (1 Sam 10:17).
(1 Sam 16) Saat Daud diurapi menjadi raja, ia tidak langsung menjadi raja. (2 Sam 2) Setelah mengalami proses yang lama dan berbagai peristiwa, barulah bertahun-tahun kemudian Daud menjadi raja Yehuda dan kemudian menjadi raja atas seluruh Israel.
Natal membuktikan Allah ada dan ikut merasakan kesengsaraan kita. Percayakah kita kalau Allah ada? Apa buktinya bila kita percaya? (Mat 1:23) Bila kita percaya Allah ada, kita juga percaya firmanNya bahwa Tuhan akan selalu menyertai kita. Dia turut merasakan kesengsaraan kita. Jadikan Ia Allah kita, Raja kita. Bila di masa depan kita dihadapkan dengan kesengsaraan, tetaplah percaya bahwa Tuhan ada dan memperhatikan hidup kita dengan sungguh dan turut merasakan kesengsaraan kita. Ia selalu menyertai kita.
Amin, Tuhan Yesus memberkati.