Ringkasan Khotbah Ibadah Tutup Tahun
Tanggal : 31 Desember 2025
Pembicara : Bpk. Yohanes Kuntjoro
Tema : Ebenhaezer
(1 Sam 7:12) EBEN HAEZER : Sampai disini Tuhan sudah menolong kita. Bangsa Filistin menyerang bangsa Israel di dekat Mizpa dan Samuel mengumpulkan bangsa Israel untuk berdoa. Tuhan menolong bangsa Israel dan mengalahkan bangsa Filistin. Kemudian Samuel mendirikan Batu Peringatan yang dinamai Eben-Haezer : Sampai disini Tuhan sudah menolong kita.
Sama seperti bangsa Israel telah ditolong oleh Tuhan, demikian pula Tuhan sudah menolong kita melewati tahun 2025. Kita masih ingat dulu di penghujung tahun 2024, dikatakan bahwa memasuki tahun 2025 akan banyak hal-hal yang sulit. Tetapi pada kenyataannya kita masih berdiri apa adanya kita dalam keadaan baik sampai pada malam ini, malam terakhir di tahun 2025. Sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 Eben-Haezer, Tuhan Yesus Kristus sudah menolong kita dan akan terus menolong kita sepanjang tahun 2026 yang akan kita Jalani.
Kesusahan dan masalah adalah sarana terbaik Tuhan untuk mengarahkan hati manusia dalam pengharapan penuh kepada Tuhan, saat itu Tuhan menolong.
(Kej 35:1–7) Keluarga Yakub memiliki segala-galanya dan memutuskan untuk tinggal di Sikhem padahal Tuhan menyuruh Yakub untuk Kembali ke rumah Ishak orang tuanya. Masalah timbul ketika Dina, anak perempuan Yakub diperkosa dan akhirnya kakak-kakak Dina membunuh Sikhem yang berakibat keluarga besar Yakub menghadapi masalah yang serius karena akan dibunuh. Saat itu Yusuf masih kecil. Yakub menyadari keadaan tersebut dan berbalik kepada Tuhan dan El-Betel yang artinya Allah dirumah Allah. Ada kedahsyatan Allah yang menyertai Yakub sekeluarga sehingga keluarga Yakub selamat. Yusuf yang masih kecil selamat juga dari kematian karena Allah menolong. Eben-Haezer
(Kej 37) Yusuf dan saudaranya mengalami peristiwa El-Betel dan Eben-Haezer tetapi hanya Yusuf yang memelihara El-Betel dalam kehidupannya. Yusuf melaporkan kejahatan yang dibuat oleh saudaranya kepada Yakub ayahnya dan hal ini menimbulkan kemarahan dan kebencian dari saudara-saudaranya. Kemudian Yusuf bermimpi tentang visi yang diberikan oleh Allah tetapi saudaranya marah karena mereka harus menyembah Yusuf sebagai pemimpin. Tetapi Yakub menyimpan mimpi Yusuf itu dalam hatinya.
Ketika Yusuf disuruh oleh ayahnya untuk menengok saudaranya saat menggembalakan kambing domba, maka saudaranya menangkap Yusuf dan hendak membunuh Yusuf, tetapi akhirnya Yusuf dijual ke Mesir. Disini kembali Yusuf mengalami Eben-Haezer dan tidak jadi mati dibunuh
(Kej 39) Yusuf dijual ke Potifar sebagai budak di Mesir. Disini Yusuf mempertahankan El-Betel sehingga semua pekerjaan diselesaikan dengan baik. Akhirnya Potifar memberikan kuasa penuh kepada Yusuf untuk mengatur seluruh kegiatan di rumah dan semua pekerjaan yang biasa dilakukan oleh Potifar. Tetapi ketika semua berjalan baik, Yusuf difitnah oleh istri Potifar sehingga Yusuf dipenjarakan.
(Kej 40) Di penjara, Yusuf berkumpul dengan penjahat dan orang bersalah. Tuhan menolong Yusuf sampai akhirnya kepala penjara menyerahkan segala sesuatunya untuk diatur oleh Yusuf. Eben-Haezer. Akhirnya Yusuf bertemu dengan juru roti dan juru minuman Firaun yang menceritakan mimpi mereka dan Yusuf mengartikan mimpi tersebut dengan tepat dan benar. Mimpi itu terjadi sesuai dengan perkataan Yusuf.
(Kej 41) Yusuf mengartikan mimpi Firaun dan memberikan solusi yang tepat. Akhirnya Firaun menyerahkan kendali kepada Yusuf karena Firaun melihat ada Roh Allah yang menyertai Yusuf (El Betel). Kembali Yusuf mengalami Eben-Haezer.
(Kej 42) Karena kelaparan yang melanda dunia saat itu, Yakub menyuruh anak-anaknya untuk membeli gandum ke Mesir. (Kej 43) Saudara-saudara Yusuf kembali ke Mesir untuk kedua kalinya dan membeli gandum. Kita perhatikan disini mereka membawa jumlah uang yang sama tetapi hanya dapat membeli gandum dengan jumlah yang lebih sedikit, menandakan masalah kelaparan yang melanda dunia sangat serius dan membuat harga bahan pangan menjadi mahal.
(Kej 45) Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya. Di sini mimpi Yusuf terbukti benar, Yusuf menjadi pemimpin atas saudara-saudaranya. Ketika bangsa Mesir kehabisan uang untuk membeli gandum, mereka berteriak kepada Yusuf dan meminta gandum. Yusuf berkata jual ternakmu untuk membeli gandum. Setelah ternak habis mereka menjual ladang / asset mereka sampai akhirnya Yusuf meminta mereka untuk mengabdi kepada Firaun. Hal ini membuktikan bahwa masalah kelaparan saat itu benar-benar sangat serius.
Yusuf secara jasmani mengalami kesusaha , masalah, kelaparan, kesulitan ekonomi, dll. Yusuf secara Rohani penuh dengan Firman Tuhan dan Roh Allah (Roh Kudus) sehingga suka berdamai, mengasihi ayah dan saudara-saudaranya, tidak sombong, bukan pembual, bukan hamba uang.
Kita juga akan mengalami hal yang sama dengan Yusuf dan akan mencapai puncaknya. (Wahyu 6:6) Secupak gandum sedinar dan tiga cupak jelai sedinar. Akan ada masalah serius dengan kondisi bahan makanan yang sangat mahal, seperti yang sudah terjadi pada zaman Yakub / Yusuf. Kesulitan ekonomi akan sangat parah dan kelaparan yang hebat akan melanda dunia di waktu yang akan datang sesuai dengan Firman Tuhan. (2 Timotius 3:1–3) Hari-haru terakhir kita akan mengalami masalah kerohanian yang serius. Kita sudah belajar dari pengalaman Yusuf yang tetap mempertahankan El Betel sehingga mengalami Eben-Haezer, pertolongan dari Tuhan
(Yes 41:10) Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau. Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan. (Efesus 3:20) Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang nyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.
Amin, Tuhan Yesus memberkati.