{"id":3318,"date":"2026-05-31T15:20:33","date_gmt":"2026-05-31T08:20:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/?p=3318"},"modified":"2026-05-31T15:20:35","modified_gmt":"2026-05-31T08:20:35","slug":"ringkasan-khotbah-31-mei-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/2026\/05\/31\/ringkasan-khotbah-31-mei-2026\/","title":{"rendered":"Ringkasan Khotbah 31 Mei 2026"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ringkasan Khotbah Ibadah Raya<br>Tanggal : 31 Mei 2026<br>Pembicara : Bpk. Alfa Wijaya<br>Link : https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=YzFR-yDv07U<br>Tema : Identitas yang Baru<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Lukas 15:20-22) Dalam perumpamaan Anak Bungsu yang hilang, ketika anak bungsu itu bertobat dan memohon kepada bapanya untuk diterima kembali. Bapanya yang adalah gambaran Roh Kudus memeluk kita yang mau kembali. Dia sebagai penolong, penghibur dalam keputusan pertobatan dan perjalanan hidup kita yang baru. Bapa tidak hanya menerima dia, tapi memerintahkan kepada hamba-hambanya untuk memperlengkapi anak bungsu itu dengan jubah terbaik, cincin dan sepatu. Roh Kudus membuat kita membuang pakaian lama kita, yang tidak layak dan memberikan perlengkapan baru, identitas yang baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Luk 24:48-49) Sebelum kita penuh Roh Kudus, kita harus tinggal untuk diperlengkapi, untuk menerima kuasa sehingga kita menjadi identitas yang baru. Kuasa itu mengubahkan kita yang percaya, menjadi anak-anak Allah (Yoh 1:12).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Mat 26:41) Karena daging lemah, setiap orang yang ingin dipenuhkan dan dipimpin hidupnya oleh Roh Kudus, berbeda-beda buahnya. Orang yang penuh Roh Kudus, diibaratkan dengan anggur yang baru. Ketika kita dipenuhkan oleh Roh Kudus, ada reaksi di dalam tubuh kita. Namun daging kita berusaha untuk meredamnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Mat 9:17) Anggur yang baru membutuhkan juga wadah yang baru. Kantong kulit disebut juga Kirbat, hal ini berbicara tempat, tubuh, perilaku, kebiasaan. Bila terima anggur yang baru, harus dengan kirbat yang baru. Proses pembuatan Kirbat, diolesi supaya lentur, dan tidak mudah koyak. Kirbat yang lama bila diisi anggur yang baru, akan robek karena kirbat itu sdh kaku, dan tekanan fermentasi anggur<br>sangat menekannya. Pengajaran cara hidup yang baru dari Allah membutuhkan hati yang baru dan terbuka akan kehadiran Roh Kudus, tidak terikat pada tradisi dan pola pikir yang kaku. Saat Roh Kudus memenuhi hidup kita, sementara hidup kita masih terisi dengan dosa atau hal-hal yang tidak berkenan bagi Allah, maka akan ada konflik. Bila tidak kuat, maka Roh Kudus itu akan hilang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kirbat bisa dipakai untuk perlengkapan dalam perjalanan pendek seorang diri. Tempat penyimpanan lain yang lebih besar dengan kegunaan bagi lebih banyak orang:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Bejana<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Biasa digunakan untuk tempat penyimpanan air, minyak, atau tepung. Seperti tertulis dalam cerita Nabi Elisa dan seorang janda yang didatangi penagih hutang (2 Raja Raja 4:3)<\/li>\n\n\n\n<li>Bejana juga banyak ditulis dalam perjanjian lama sebagai tempat \/ wadah air untuk pembasuhan di rumah ibadah \/ sinagoge. Biasa terbuat dari tanah liat dan menggambarkan tubuh kita yang fana ini, dipakai Allah sebagai alatnya membersihkan \/ jalan pertobatan bagi sesama.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Tempayan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Merupakan bejana yang lebih besar, mampu menampung 20-30 galon, sekitar 60-80 liter.<\/li>\n\n\n\n<li>Multi fungsi digunakan untuk penyimpanan pada komunitas yang lebih besar, bisa untuk menyimpan air, anggur, minyak, tepung, atau sebagai tempat persediaan lainnya (Yohanes 2:7\u201310).<\/li>\n\n\n\n<li>Dalam kisah perjamuan di kana, Tempayan di pakai sebagai alat kemuliaan Tuhan<\/li>\n\n\n\n<li>Ada Anggur baru yang sangat baik dan pujian juru pesta, bahwa mempelai masih menyajikan anggur yang baik terus sampai di akhir pesta.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bukankah hidup kita seharusnya demikian juga. Anggur baru dalam kantong kulit yang baru, dalam bejana baru, dalam tempayan tetap terpelihara dan di rasakan sebagai anggur yang sangat baik buat orang sekitar kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat Roh Kudus memenuhi hidup kita, buahnya dapat terlihat luas dan dikecap oleh orang banyak. Roh Kudus yang ada didalam kita harus bisa dirasakan. (Gal 5:22-23) Buah-buah Roh harus bisa dikecap dari kehidupan kita. 9 buah roh yang akan dirasakan orang sekitarnya, dari manusia yang menerima dan mau dipimpin oleh Roh Kudus, serta mau menanggalkan manusia jasmaniah lamanya menjadi ciptaan yang baru. Kita tidak hanya ingin dipenuhkan Roh Kudus dalam waktu tertentu saja, tapi kita mau Ia tinggal di dalam kita. Dengan begitu, buah-buahnya dapat dikecap, bisa dirasakan seperti anggur yang manis, anggur yang terbaik. Roh Kudus yang terpelihara dengan baik di dalam kita, bagaikan kirbat yang baru, bejana maupun tempayan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah dunia yang tidak baik-baik saja, Roh Kudus akan menjadi penghibur dan pembela kita. (2 Kor 5:17) Ini bukan tentang perubahan fisik, tetapi sebuah transformasi rohani, sebuah sikap dan tabiat seseorang yang telah ditebus dan memiliki cara hidup yang baru bersama Kristus. Kesadaran itu akan membuat kita tidak sembrono dengan hidup kita. Tidak seperti Esau yang menjual hak kesulungan hanya untuk semangkuk kacang merah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah dunia, kita seperti domba di tengah serigala. Anggur yang ada di dalam kita dikecap pertama-tama oleh orang-orang terdekat kita. (1 Kor 6:19-20) Akhirnya Rasul Paulus menulis bahwa Tuhan mau, kita menjaga hidup kita, tubuh yang fana ini, yang telah diperbaharui oleh Roh Kudus, dilayakkan, dihibur,ditolong, yang telah ditebus dengan harga yang mahal, yaitu darah Yesus, karena Tubuh kita adalah bait Allah dimana Roh Kudus berdiam dan berkarya. Di mana kita berada, akan terlihat sebagai contoh dari Anak Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari kita semua yang telah di tebus oleh darah Yesus, diperlengkapi dari tempat tinggi, yaitu Surga yang Mulia, hendaklah hidup kita semakin hari semakin bertambah-tambah dalam dia, dan gambaran Allah sang pencipta kita terlihat dalam kehidupan kita. Karena tubuh kita adalah bait Allah, kita memang berada dalam dunia ini, tetapi kita telah menjadi ciptaan yang baru, memiliki identitas yang baru<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amin, Tuhan Yesus memberkati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ringkasan Khotbah Ibadah RayaTanggal : 31 Mei 2026Pembicara : Bpk. Alfa WijayaLink : https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=YzFR-yDv07UTema : Identitas yang Baru (Lukas 15:20-22) Dalam perumpamaan Anak Bungsu yang hilang, ketika anak bungsu itu bertobat dan memohon kepada bapanya untuk diterima kembali. Bapanya yang adalah gambaran Roh Kudus memeluk kita yang mau kembali. Dia sebagai penolong, penghibur dalam keputusan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3318","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kumpulan-ringkasan-khotbah"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3318","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3318"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3318\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3319,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3318\/revisions\/3319"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3318"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3318"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3318"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}