{"id":3350,"date":"2026-08-30T13:40:00","date_gmt":"2026-08-30T06:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/?p=3350"},"modified":"2026-08-30T13:40:02","modified_gmt":"2026-08-30T06:40:02","slug":"ringkasan-khotbah-30-agustus-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/2026\/08\/30\/ringkasan-khotbah-30-agustus-2026\/","title":{"rendered":"Ringkasan Khotbah 30 Agustus 2026"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ringkasan Khotbah Ibadah Raya<br>Tanggal : 30 Agustus 2026<br>Pembicara : Ibu Natalia Bondan<br>Link : https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=yaeK82mdz8s<br>Tema : Melawan Raja Terbesar part 2<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Rom 12:1) Salah satu raja terbesar dalam kehidupan kita masing-masing adalah luka masa lalu. Untuk mengatasinya, kita mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup, termasuk luka-lukanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Luka disebabkan karena:<br>\u2043 Penolakan dari keluarga \/ lingkungan terdekat, termasuk tidak diterima, tidak diinginkan, dikucilkan, dianggap tidak penting. Sakit ketika ditolak menyamai kesakitan fisik. Orang yang memiliki luka ini akan melakukan segala hal untuk membuktikan.<br>\u2043 Pengabaian, tidak dipedulikan, menyebabkan mandiri ekstrim atau sangat takut sendirian<br>\u2043 Kritik dan perkataan yang menyakitkan, berdampak meyakini hal negatif benar-benar merupakan jati dirinya<br>\u2043 Kehilangan, menyebabkan kehilangan rasa aman<br>\u2043 Pengkhianatan, menyebabkan sulit mempercayai orang lain<br>\u2043 Malu, menyebabkan sensitif terhadap kritik atau takut tampil di depan orang<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga step agar kita dapat ber-progress untuk tetap maju<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Bergerak<\/li>\n\n\n\n<li>Kenali Allahmu lagi<\/li>\n\n\n\n<li>Percaya<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Step 1: Bergerak<br>(Mat 8:23-27) Murid-murid setia mengikuti Yesus dengan taat. Saat mengikuti Tuhan, kita tidak mempertanyakan segala hal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Mar 4:35-41) Yesus mengajak murid-muridNya bertolak ke seberang. Yesus mengajak kita terus bergerak dan berani menyeberang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Lukas 8:22-25) Yesus dan murid-murid bertolak ke seberang. Tuhan mau kita bergerak, bertumbuh meninggalkan yang lama ke fase yang baru. Tuhan tahu yang terbaik untuk kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Step 2: Kenali Allahmu Lagi<br>(Matius 8:23-27) Sekonyong-konyong badai itu datang. Dan murid-murid membangunkan Yesus serta berkata: \u201dTuan, tolonglah, kita binasa!\u201d. Kata Tuan dalam bahasa asli menggunakan kata Kurios yang berarti tuan, penguasa, Tuhan. Saat kita menyerahkan kepada Tuhan, serahkan sepenuhnya, karena Dia yang memiliki kontrol atas semuanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Markus 4:35-41) Saat badai mengamuk, murid-murid berkata: \u201cGuru, Engkau tidak peduli kalau kita percaya?\u201d. Kata guru menggunakan kata Didaskalos yang berarti guru. Tuhan adalah guru kita, ia akan men-supervisi kita dalam setiap langkah kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Lukas 8:22-25) Ketika taufan turun ke danau secara tiba-tiba, murid-murid berseru: \u201cGuru, Guru, kita binasa!\u201d. Kata guru dalam ayat ini menggunakan kata Epistates yang berarti pemimpin \/ leader. Saat kita berseru kepada Tuhan, Dia mengawasi dan memimpin kita. Dia sebagai pemimpin kita mengetahui hidup kita. Dia juga tahu arah hidup kita. Dia juga tahu apa yang kita butuhkan untuk masa depan kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Step3: Percaya<br>(Mat 8:23-27) Tuhan Yesus berkata,\u201dMengapa kami takut, kamu yang kurang percaya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Mar 4:35-41) Tuhan Yesus menjawab: \u201cMengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(Lukas 8:22-25) Tuhan Yesus bertanya: \u201cDimanakah kepercayaanmu?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apakah kita lebih percaya kepada orang lain? Kepada harta benda? Kepada kemampuan kita sendiri? Begitu banyak yang sudah Tuhan lakukan, kenapa kita masih kurang percaya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semua jawaban ada di tangan kita. Yang terberat adalah mengampuni. Lepaskan pengampunan bagi orang yang sudah menolak kita, yang sudah mengabaikan kita, yang membuat kita terluka, tanpa orang itu harus mengetahuinya. Tuhan ada mengawasi kita, memimpin kita. Ia tahu kebutuhan kita untuk rencanaNya di masa depan. Serahkanlah semua kepadaNya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Amin, Tuhan Yesus memberkati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ringkasan Khotbah Ibadah RayaTanggal : 30 Agustus 2026Pembicara : Ibu Natalia BondanLink : https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=yaeK82mdz8sTema : Melawan Raja Terbesar part 2 (Rom 12:1) Salah satu raja terbesar dalam kehidupan kita masing-masing adalah luka masa lalu. Untuk mengatasinya, kita mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup, termasuk luka-lukanya. Luka disebabkan karena:\u2043 Penolakan dari keluarga \/ [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2},"jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3350","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kumpulan-ringkasan-khotbah"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3350","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3350"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3350\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3351,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3350\/revisions\/3351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.new.gpdivmm.net\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}