Ringkasan Khotbah Ibadah Raya
Tanggal : 12 Juli 2026
Pembicara : Pdt. Bondan Abraham & Bpk. Bonar Abraham
Link : https://www.youtube.com/watch?v=ohja2v2ZzCI
Tema : Ringan Tangan

Ringan Tangan memiliki arti positif maupun negatif. Dalam sisi positif, ringan tangan berarti suka menolong, suka membantu, suka melayani.

(Kej 1:26, Ams 16:4) Ketika Allah menjadikan manusia, Ia memiliki tujuan agar manusia berkuasa atas ciptaanNya yang lain. (Kej 2:15) Lalu Tuhan Allah menempatkan manusia di taman Eden, untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Dalam kata aslinya, “mengusahakan” dan “memelihara” salah satunya menggunakan kata “Abad“. Dan dari kata Abad ini turunannya adalah kata “ibadah” yang artinya “bekerja”. Bahkan dalam kamus bahasa Ibrani, penggunaan kata “abad” ini juga menggunakan bahasa asli yang berarti memberikan diri untuk menjadi budak dari seseorang. Jadi ketika Allah memerintahkan manusia untuk mengusahakan dan memelihara taman Eden, juga berarti manusia harus melayani Allah, menjadi budakNya dan bekerja. Dengan demikian, tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk melayani Dia. Walaupun Allah tau, akan ada orang-orang yang jatuh dalam dosa, menyimpang dari tujuan Allah menciptakan manusia.

Kita beribadah, karena kita merasakan Tuhan bertahta. Saat kita datang ke tempat ibadah, awalnya kita datang secara individu. Dari individu, kita akan bertemu dan berinteraksi dengan saudara seiman, sehingga menjadi group yang berinteraksi bersama dan berinteraksi dengan Tuhan. Kita bertumbuh bersama, memuji dan menyembah Tuhan yang hidup. Kristus sebagai kepala, Gereja sebagai tubuh, dan jemaat sebagai bagian-bagian penting dari tubuh. (2 Kor 6:16) Tuhan ada bersama-sama dengan kita.

Dalam setiap ibadah, ada orang-orang yang bekerja untuk membuat ibadah bejalan dengan baik. Karena keterbatasan jumlah, beberapa aktivis melayani lebih dari satu bidang. Gereja membutuhkan jemaat yang mau melayani agar pekerjaan Tuhan berjalan dan bertumbuh dengan baik. (Kel 31:1-6) Pelayanan tidak dapat dikerjakan sendiri.

Banyak orang merasa takut untuk melayani karena merasa tidak mampu / tidak memiliki skill yang dibutuhkan. Namun, banyak para aktivis yang saat ini rutin melayani, awalnya juga tidak memiliki skill yang memadai. Yang diperlukan untuk melayani pada awalnya adalah hati yang rindu dan mau memberikan waktu untuk Tuhan. Skill dapat dipelajari. God doesn’t call the qualified, He qualifies the call (Kel 35:21).

Untuk melayani, cuma perlu hati (1 Sam 16:7). Marilah kita datang mempersembahkan hati kita untuk bekerja melayani Tuhan, dan Tuhan akan memperlengkapi kita.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.