Ringkasan Khotbah Ibadah Raya
Tanggal : 13 September 2026
Pembicara : Bpk. Alfa Wijaya
Link : https://www.youtube.com/watch?v=_WX3d1P4CqY
Tema : Nikmati Proses-Nya

Dalam kehidupan kita sehari-hari kita sering mengatakan : lagi diproses, mau diproses, dan akhirnya : selesai diproses. Definisi proses adalah Rangkaian tindakan atau langkah-langkah terstruktur yang saling terkait untuk mengubah input menjadi output, guna mencapai tujuan tertentu. Menikmati proses-Nya Tuhan, berarti menyerahkan perjalanan hidup kita dalam kendalinya Tuhan, yang outputnya bertujuan sebagai alat kemuliaan Tuhan.

Tuhan memproses kita sesuai dengan waktu-Nya Tuhan, terkadang seperti kebetulan, bahkan terkadang seperti penderitaan yang tidak pernah berhenti, dan proses ini kadang dapat diartikan sebagai ujian. Namun tujuannya agar kita bisa menjadi alat untuk memuliakan Tuhan.

(Ayub 23:10) Ayub berkata saat ia diuji, ia akan timbul seperti emas. Emas adalah logam mulia, tapi untuk menjadi emas harus melalui proses yang sulit dalam api yang sangat panas, baru akhirnya menjadi emas murni yang bernilai mahal. Saat kita diuji, prosesnya tidak enak, bahkan menyakitkan.

(Yakobus 1:3–4) Ujian mendatangkan ketekunan dan menghasilkan buah yang matang. Dari ketekunan hingga menjadi buah yang matang, membutuhkan waktu. Itulah yang disebut proses. Output dari proses Tuhan, adalah menjadi sempurna, utuh dan tak kekurangan apapun.

Kenapa kita perlu diproses?

1. Memiliki Iman yang Teguh
(Roma 4:18) Abraham meskipun telah berumur 100 tahun, namun tetap memiliki iman yang tak tergoyahkan akan janji Allah, untuk menjadi Bapa bagi banyak bangsa.

Kita diproses, agar iman kita tetap tinggal teguh dan tetap percaya kepada janji Tuhan.

2. Memiliki Sikap Setia
(Rut 1:15–17) Rut tetap setia ikut Naomi yang sudah miskin dan masuk ke lingkungan yang bukan bangsanya, sehingga Rut dipakai Tuhan sebagai sarana silsilah lahirnya Yesus.

Proses harus kita lewati agar kita bertumbuh, walaupun terkadang tidak ada pilihan lain selain kita taat dan setia.

3. Memiliki Integritas dan Kasih yang Tulus
(Kejadian 45:1–5) Yusuf beritegritas sebagai anak Tuhan. Ia menjaga kekudusan, dan memiliki kasih yang tulus, tidak dendam pada apa yang pernah dilakukan saudara-saudaranya, bahkan mengerti itu adalah rencana Allah bagi umatnya.

Di tengah-tengah proses, kita akan bertemu orang-orang yang menyakiti kita dan membenci kita. Sadarilah bahwa mereka adalah bagian dari proses. Jalanilah proses-Nya dengan tetap menjaga integritas dan memiliki kasih yang tulus.

4. Memiliki Sifat Tahan Uji dari Godaan Dunia
(2 Timotius 4:10) Demas adalah rekan pelayanan Rasul Paulus, namun memilih meninggalkan pelayanan dan pergi ke Tesalonika. Banyak anak Tuhan yang tidak tahan uji, di dalam proses pengiringannya pada Tuhan, akhirnya jatuh ke dalam godaan dunia. Pangkat, jabatan, kekayaan, menggugurkan grand design Tuhan dalam hidupnya.

Sampai kapan kah proses Tuhan dalam hidup kita?
(Maleakhi 3:3) Dalam proses pemurnian perak, tukang perak duduk mengawasi perak di atas api yang panas. Ia tidak pergi, ia bertanggung jawab penuh agar proses itu selesai dengan sempurna. Yaitu ketika pada perak murni itu sudah dapat melihat bayangan dirinya.

Menikmati proses Tuhan, berarti kita siap dibentuk sampai gambaran karakter Kristus ada dalam hidup kita dan kita memuliakan-Nya. Saat kita diproses, Tuhan ada di dekat kita. Ia memegang kontrol penuh dan akan memproses kita sampai Ia dapat melihat kita sebagai gambaran diriNya (Roma 8:28–30).

Selama kita masih hidup, marilah kita nikmati proses Tuhan. Menikmati proses-Nya berarti kita bersedia untuk turut dalam grand design rencana Tuhan. Tetaplah memiliki iman yang teguh, menjaga integritas dan setia di dalam menjalani proses Tuhan.

Amin, Tuhan Yesus memberkati.