Ringkasan Khotbah Ibadah Raya
Tanggal : 16 Agustus 2026
Pembicara : Pdt. Bondan Abraham
Link : https://www.youtube.com/watch?v=kTB4u-Z8wfI
Tema : Melawan Raja Terbesar
(Roma 12:1) Terkadang saat kita mempersembahkan tubuh kita, kita tidak tahu apakah persembahan kita diterima Tuhan atau tidak. Di dalam Kej 4:1-8, persembahan Kain tidak diindahkan Tuhan. (1 Yoh 3:12) Persembahan Kain tidak diindahkan karena perbuatan jahat Kain. Saat persembahannya tidak diterima, Kain marah dan ia membiarkan hatinya dikuasai oleh kemarahannya. Walaupun telah diingatkan oleh Allah sendiri, Kain tetap memilih untuk membunuh Habel adiknya. Ia membiarkan dirinya menjadi allah lain dihadapan Allah (Kel 20:3).
(1 Sam 13:8-14, 15:22-24) Saul adalah raja yang dipilih Allah dan diurapi Allah. Ia dari suku Benyamin, suku terkecil dari bangsa Israel. (1 Sam 9:21) Saat ia pertama dipilih untuk menjadi raja, Saul merasa minder. Sejak kecil, telah tertanam di pikirannya bahwa ia berasal dari suku terkecil dan kaum yang paling hina. Akibatnya saat ia menjadi Raja, ia cenderung menjadi pribadi yang haus akan pengakuan dan selalu berusaha tidak ditolak oleh orang lain. Saul lebih takut kepada rakyatnya sehingga melanggar ketetapan Allah.
Marilah kita menyelidiki hidup kita, apakah kita sudah merdeka saat datang kepada Tuhan. Saat memberikan persembahan kepada Tuhan, apakah kita sudah terbebas dari motivasi / keinginan-keinginan lain selain untuk memuliakan Allah. Apakah masa lalu kita membuat kita masih mencari pengakuan orang lain.
Tuhan tahu hati kita. Saat memiliki luka masa lalu, Tuhan tahu. Akui dan sadari luka kita itu, namun jangan sampai luka-luka itu menjadi raja dalam kehidupan kita. Ampuni orang-orang yang ada dibalik luka-luka kita. Persembahkan hidup kita termasuk luka-luka kita kepada Allah. Persembahkan seluruh keberadaan kita kepadaNya. Akui Allah sebagai Raja dan Tuhan akan menolong kita lepas dari luka-luka kita.
Amin, Tuhan Yesus memberkati.