Ringkasan Khotbah Ibadah Raya
Tanggal : 19 Juli 2026
Pembicara : Bpk. Hardi Wong
Link : https://www.youtube.com/watch?v=Yzs3TmVINd8
Tema : Selidikilah Aku ya Allah
(Maz 139:23-24) Begitu banyak peristiwa yang dialami oleh Daud, sehingga dengan kerendahan hati, ia meminta Allah menyelidiki kehidupannya. Kata selidiki dalam bahasa Ibrani menggunakan kata “Haqar” yang berarti menyelidiki dengan seksama, menggali hingga ke dasar. Daud minta Allah menyelidiki hatinya secara keseluruhan, hal-hal terdalam yang seringkali tidak disadari.
Banyaknya persoalan di sekitar kita akhir-akhir ini membuat banyak orang memiliki luka dan kepahitan. Luka yang tidak disembuhkan dapat menghalangi kita untuk berdoa. Obat untuk kepahitan adalah mengampuni.
Dosa lainnya yang banyak terjadi adalah kesombongan. Kosombongan adalah mekanisme pertahanan diri terhadap rendah diri, merasa diri lemah, ketakutan dan rasa tidak aman. Selain kesombongan, ada juga iri hati. Iri hati bahkan dapat terjadi di dalam pelayanan.
Hati bukan hanya emosi / perasaan. Hati adalah pusat kendali dari hidup kita. Hati mengendalikan kehendak dan pikiran kita. Kita harus menyerahkan sepenuhnya kepada Allah, untuk membongkar keseluruhan hati kita.
(1 Sam 16:7) Allah melihat motivasi kita dibalik tindakan. Allah melihat motivasi kita melayani. Saat kita melayani untuk mencari pujian, kita akan kecewa. Tidak ada yang tersembunyi bagi Allah. Ia tahu apakah hidup kita sungguh berpusat kepada Allah. Ia melihat luka tersembunyi dalam hidup kita. Tuhan juga tahu potensi kita yang tersembunyi.
Daud juga meminta Allah untuk mengujinya dan mengenal pikiran-pikirannya. Kata menguji menggunakan kata “Bachan” yang digunakan untuk menguji emas. Untuk mendapatkan emas yang murni, dibutuhkan proses yang panjang. Tujuan nya untuk mengeluarkan kotoran-kotoran dan bahan yang tidak diperlukan.
Setiap orang akan mengalami proses dalam hidupnya. Dengan kerendahan hatinya, Daud meminta agar proses itu tetap ada sehingga dapat memunculkan siapa Daud sebenarnya. Semua orang juga akan mengalami konflik. Konflik akan memperlihatkan kasih. Keberhasilan akan menampakkan kerendahan hati. Dalam kegagalan, akan memperlihatkan kualitas iman kita. Banyak kali kita mengalami semua itu melalui tekanan hidup. Saat kita mengalaminya, janganlah kita minta Tuhan untuk menghentikannya, namun kita lalui proses tersebut, hingga kita dapat keluar seperti emas yang murni.
Banyak anak muda yang khawatir dengan masa depannya. Takut dan kekuatiran bukan dari Tuhan. Begitu pula banyak pergumulan batin bagi para senior yang mulai memasuki usia pensiun. Carilah Allah terlebih dahulu. Lawanlah keraguan akan penyertaan Tuhan dalan kehidupan kita. Selama Tuhan beserta kita, tidak ada pergumulan yang tidak dapat diselesaikan.
Daud juga meminta Allah melihat apakah jalannya serong. Daud meminta Allah tidak hanya menjawab doanya, tapi juga meng-evaluasi hidupnya, sampai menjadi seperti yang Tuhan mau. Ia ingin Allah menyatakan bila arah hidupnya menyimpang. Saat kita terpisah dari Tuhan, kita akan kehilangan kekuatan. Pengharapan kita juga akan sirna. Kita akan mengambil keputusan-keputusan yang salah dalam hidup kita.
Akhirnya, Daud minta Allah menuntun hidupnya ke jalan yang kekal. Ia minta Allah memimpin, membimbing jalan-jalannya, cara hidupnya, dan memimpin keputusan-keputusannya setiap waktu. Marilah kita minta Tuhan memimpin seluruh hidup kita dan menuntun hidup kita ke jalan yang kekal. Biarlah doa Daud menjadi doa kita juga. Selidikilah hatiku agar motivasi kita murni, dan mengenal diriku yang sebenarnya. Ujilah aku supaya imanku terus dimurnikan. Lihat jalanku agar aku tidak menyimpang dari jalan-jalan Tuhan. Dan tuntun aku agar aku tetap berada di jalan Tuhan.
Amin, Tuhan Yesus memberkati.