Ringkasan Khotbah Ibadah Raya
Tanggal : 27 September 2026
Pembicara : Ibu Natalia Bondan
Link : https://www.youtube.com/watch?v=KkhVvvtm5bc
Tema : Melawan Raja Terbesar – Part 3
Trauma adalah kata medis. Menurut kamus medis, trauma adalah cedera / benturan / luka yang disebabkan dari luar. Setelah kita mendapatkan trauma, kita cenderung melindungi diri, dan meramal kita akan mendapatkan trauma itu kembali.
Trauma dapat terjadi karena:
- mengalami kekerasan atau perlakuan kasar, menyaksikan kejadian yang sangat menakutkan
- perundungan yang berat atau berulang
- mengalami kecelakaan atau bencana
- kehilangan yang sangat mengguncangkan
- hidup dalam lingkungan rumah yang terus menerus tidak aman atau penuh konflik
Dampak dari trauma:
- mudah merasa sangat takut atau tidak aman
- sangat waspada
- sulit mempercayai orang
- mudah panik ketika menghadapi pemicu tertentu
- menghindari situasi yang mengingatkan pengalaman tertentu
- merasa emosinya sangat kuat ketika menghadapi sesuatu yang tampaknya kecil
- tidak dapat membedakan trauma yang terjadi di masa lalu atau masa kini
Hidup dalam trauma sangatlah sulit. Kita perlu latihan untuk mengatasinya.
- Kenali masalahnya
- Kenali Allah kita lagi
- Kenali diri kita, apa yang hendak kita lakukan
Kenali Masalah Kita
(Mat 8:24) Kata angin ribut di ayat ini dalam bahasa aslinya menggunakan kata Seismos yang berarti guncangan, dan kata Megas yang berarti besar. Sama seperti Tuhan Yesus dan murid-muridNya sekonyong-konyong mengalami angin ribut, kitapun seringkali secara tiba-tiba mengalami goncangan hidup yang besar.
(Mar 4:37) Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu. Di dalam hidup kita, kita menghadapi masalah yang bertubi-tubi. Saat satu masalah belum selesai, sudah muncul lagi masalah yang lain.
(Luk 8:23) Saat Tuhan Yesus tengah tidur di buritan, sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau. Saat hidup kita tenang, sekonyong-konyong masalah kita muncul.
Kenali Allah Kita Lagi
- Allah Maha Kuasa (Omnipotent);
a. Allah menciptakan segala sesuatu (Kej 1:1, 1 Taw 29:11-12)
b. Allah berkuasa atas segalanya
c. Allah menentukan dan mengatur hidup hidup dan mati manusia (1 Sam 2:6) - Allah Maha Hadir (Omnipresent)
Allah tidak terbatas. Dia tidak terbatasi ruang dan waktu (Maz 139:7-8) - Allah Maha Tahu (Omniscient)
Allah mengetahui dan menetapkan masa depan (rom 8:28-29)
Kenali Diri Kita
- (Mat 28:6) Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya? Tambahkanlah level percaya kita (Yes 41:10). Saat mengalami guncangan, kita cenderung mencari pegangan. Saat kita dalam goncangan dan kita fokus pada goncangan, dan tidak mendekat kepada Tuhan, kita tidak dapat berpegang padaNya. Saat kita berpegang pada Tuhan, kita tidak akan tergeletak. Tuhan tidak akan mempermalukan kita.
- (Mar 4:40) Mengapa kamu begitu takut, mengapa kamu tidak percaya? Masalah yang bertubi-tubi, membuat kita kehilangan kepercayaan kepada Tuhan. Kita merasa Tuhan tidak mempedulikan kita. (Rom 5:3-4) Masalah yang bertubi-tubi adalah guru yang melatih ketekunan kita. Fokuslah pada ketekunan kita. Saat kita bertekun, ada supervisi dari Tuhan, sehingga kita tahan uji. Allah Maha Hadir.
- (Luk 8:25) Di manakah kepercayaanmu? Pada saat goncangan sekonyong-konyong datang, siapakah yang kita pikirkan untuk menjadi andalan kita? Taruhlah kepercayaan kita kepada Yesus. Dia adalah role model kita.
Dalam hidup manusia, kita selalu bercermin. Saat kita kecil, kita bercermin pada orang tua kita. Saat kita lebih dewasa, cermin kita bertambah luas ke pemimpin rohani, atasan dll. Saat mengalami trauma, cermin kita rusak. Bercerminlah kepada Yesus, dia selalu menjadi role model kita. Dia tahu masalah kita. Tuhan Yesus pernah mengalami trauma yang hebat. Bercerminlah kepadaNya, agar kita bisa mengampuni.
Dalam melawan raja terbesar kita, biarlah kita terus berlatih. Jangan kita menjadi kecewa. Tambah level percaya kita kepadaNya.
Amin, Tuhan Yesus memberkati.